Tampilkan postingan dengan label Indonesia News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia News. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

Obama Janji Jika Israel Diserang, AS Akan Membela

Media Kalimaro - Florida
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menegaskan bahwa Israel merupakan teman sejati AS. Dikatakan Obama, jika Israel diserang, Amerika akan membela Israel.

Hal tersebut disampaikan dalam debat calon presiden (capres) putaran ketiga atau final menjelang pemilihan presiden AS yang akan digelar 6 November mendatang.

"Israel merupakan teman sejati. Ini sekutu terbesar kita di wilayah tersebut. Dan jika Israel diserang, Amerika akan membela Israel. Saya telah menegaskan soal itu sepanjang kepresidenan saya," tegas Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/10/2012).

Debat final ini digelar di Lynn University, Boca Raton, Florida pada Senin (22/10) pukul 21.00 waktu setempat. Debat berlangsung selama 90 menit dengan moderator Bob Schieffer dari CBS. Debat dibagi dalam 6 segmen, yakni peran Amerika di dunia, perang Afghanistan, persoalan Israel dan Iran, perubahan di kawasan Timur Tengah, masalah terorisme, dan perkembangan China.

Begitu acar debat dimulai, Obama dan Romney, langsung berdebat sengit dan saling serang soal isu-isu Timur Tengah.

Sebelumnya, debat capres pertama telah digelar pada 3 Oktober lalu di Denver, Colorado, dengan konsep kedua kandidat berdiri pada podium masing-masing. Sedangkan debat capres kedua digelar pada 16 Oktober lalu di New York, dengan konsep town-hall yakni para pemilih yang belum menentukan diberi kesempatan bertanya langsung kepada kedua kandidat.

Alasan Jokowi Minta Dirut MRT ke Luar Ruang Rapat

Media Kalimaro - Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, membenarkan meminta Dirut PT  MRT, Tribudi Rahardjo, ke luar dari ruang rapat pimpinan Balaikota DKI Jakarta. Namun permintaan itu dilakukan setelah dia selesai melakukan paparan mengenai kelanjutan proyek Mass Rapid Transit (MRT).

"PT MRT itu diundang untuk paparan, setelah paparan harus ke luar, karena kami mau bicara soal monorel. Rapatnya lanjut soal monorel. Setelah selesai paparan silakan ke luar," kata Jokowi, Senin, 22 Oktober 2012.

Disampaikan Jokowi, saat pembahasan mengenai MRT, belum ada keputusan mengenai kelanjutan proyek MRT. Sejumlah pertanyaan disampaikan Jokowi kepada Tribudi dalam pemaparan itu.

"Saya baru dalam posisi bertanya, belum putuskan apa-apa. Karena banyak yang saya dengar. Supaya nanti keputusannya benar, saya dengar satu-satu dulu," katanya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Rahardjo, memang ke luar dari ruangan rapat lebih awal meski rapat pimpinan belum usai. Budi mengaku diminta ke luar oleh Jokowi.

"Tadi sudah diskusi soal MRT. Rapat belum selesai, tapi saya disuruh ke luar, lalu diminta untuk bertemu Asisten Perekonomian DKI Jakarta, Hasan Basri. Ya kita tunggu saja hasil rapatnya," katanya.

Tribudi tak sendirian datang ke rapat itu. Ia melakukan paparan soal MRT bersama jajaran direksi PT MRT Jakarta. Rapat  pimpinan Pemprov DKI Jakarta yang juga membahas soal monorel dihadiri beberapa pejabat terkait seperti Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Novizal, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Catharina Suryowaty, Kepala Dinas Kebersihan Eko Bharuna, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Sukri Bei, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sarwo Handayani.

Jumat, 19 Oktober 2012

Jokowi-Ahok Harus Bisa Jaga APBD DKI Bersih dari Korupsi

Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahja Purnama atau Ahok diharapkan bisa mengelola dana APBD DKI dengan benar dan bersih dari korupsi. Bukan apa-apa, anggaran APBD DKI sebesar Rp 40 triliun tentu rawan diselewengkan.

"Misal dalam pandangan kita, dari sisi anggaran DKI merupakan daerah yang memiliki kemampuan fiskal yang besar hampir mencapai Rp 40 triliun. Dengan kemampuan APBD yang besar setidaknya mampu menjawab problem-problem DKI," kata aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan, saat berbincang, Sabtu (19/10/2012).

Jokowi, merupakan fenomena tersendiri terkait figur kepemimpinan daerah. Harapan publik amat besar pada sosok Jokowi yang dinilai bersih dan sederhana.

"Di tengah keberhasilan dia merebut simpati publik dalam Pilgub yang lal,u tentunya pengelolaan APBD juga menjadi tanggung jawab besar Jokowi," terang Abdullah.

Selama ini, banyak kepala daerah yang disorot dalam penggunaan dana APBD, khususnya dalam pos dana hibah. Jangan sampai Jokowi yang menjadi harapan publik tersandung kasus serupa.

"Ekspektasi yang besar publik akan perubahan dalam banyak hal terkait problem Jakarta harus dijawab dalam kepemipinannya," tuturnya.