Tampilkan postingan dengan label Grobogan News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grobogan News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Guru di Lempar Kursi Oleh Komite di Grobogan

Media Kalimaro - Guru di Lempar Kursi Oleh Komite
Merasa dilecehkan oleh oknum kepala sekolah,wali murid bersama komite sekolah di Sekolah Dasar Negeri Karangpaing, Grobogan mengamuk dan melempari kepala sekolah dengan kursi. Mereka kecewa karena sengaja tidak dilibatkan dalam program rehap pembangunan gedung sekolah oleh kepala sekolah.
Kericuhan terjadi saat Abdul Kalim kepala sekolah SD Negeri Karangpaing,Kecamatan Penawangan melontarkan nada pelecehan terhadap wali murid dan pihak komite sekolah. Beberapa wali murid melempar kepala sekolah dengan kursi. Sementara wali murid lainnya terus memburu Abdul Kalim dan berusaha untuk menghajarnya.

Seorang anggota polisi yang ditugasakan untuk mengamankan jalannya mediasi pun kewalahan untuk menghentikan aksi wali murid yyang mengamuk. Sementara tangis dan teriakan histeris dari guru-guru wanita juga pecah. Suasana reda setelah sejumlah wali murid lainnya berusaha meredam emosi wali murid.

Aksi ini dipicu oleh ucapan kepala sekolah yang terang-terangan melecehkan dan tidak mengakui adanya komite sekolah yang sudah terbentuk. Abdul Kalim juga tidak melakukan koordinasi dengan pihak desa yang mempunyai hak tanah sekolah dan wali murid yang ikut mendanai pembangunan gedung sekolah.

Mediasi antara prangkat desa,wali murid,komite sekolah,anggota dewan serta guru dan Kepala Sekolah SD Negeri Karangpaing yang dilaksanakan di balai desa Karangpaing ini awalnya untuk membuat kesepakatan kerja dan selalu ada koordinasi setiap pihak sekolah melakukan program pembangunan.Namun kepala sekolah ngotot untuk melangkah sendiri karena ia merasa wewenang untuk mengaturnya adalah kepala dinas pendidikan.

Setelah mendengar pengarahan dari diknas dan anggota dewan, kepala sekolah akhirnya menyetujui dan menandatangani kesepakatan bersama. Dalam tuntutan ini pihak sekolah harus segera memindahkan lokasi pembangunan dua ruang kelas baru yang sedang dibangun dari halaman depan sekolah dipindah dan ditata dihalaman belakang. Sebab sesuai dengan rencana pemerintahan desa Karangpaing kedepan halaman depan sekolah ini akan didirikan gedung serba guna.

Jumat, 19 Oktober 2012

SMS Kririk dan Saran Untuk Kabupaten Grobogan


Media Kalimaro
- Sejak tahun 2007 lalu SMS Center Pemkab Grobogan telah ada, namun animo masyarakat untuk menyampaikan kritik saran dll, terhadap kinerja birokrasi melalui SMS Center tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan, pada hal pihaknya telah melakukan sosialisasi, papar Machasin Nur Ubaidi, S STP Msi, Kasubag Pengelolaan & Penyaringan Informasi, Humas Setda Grobogan.

Berdasarkan catatan dari petugas SMS Center Arif Pambudi dan Teguh Santoso, bahwa apabila dirata-rata dalam 1 bulan ada sebanyak 10 hingga 15 SMS yang masuk setiap hari, isinya kritik saran, pengaduan, pungutan, pelayanan publik, masalah jalan dll, SMS yang masuk tersebut tergolong relatif sedikit, kata Machasin kepada Gema Bersemi.

Dari seluruh SMS Center yang masuk, paling banyak adalah mengkritik/menyoroti tentang kondisi jalan yang rusak, kemudian pengaduan masyarakat, persoalan pelayanan publik pada dinas/instansi tertentu. Mengenai kritik masyarakat terhadap kondisi jalan, umumnya mereka belum bisa membedakan mana jalan provinsi dan mana jalan kabupaten, akan tetapi semua laporan tersebut tetap diinventarisasi dan kemudian diteruskan secara online ke meja kerja Bupati, ke Wakil Bupati dan Sekda.

Pengaduan masyarakat ini selanjutnya akan diteruskan/disampaikan ke SKPD yang bersangkutan sesuai dengan tujuan SMS, untuk ditindaklanjuti dan daftar SMS yang masuk tersebut juga akan dipublikasikan di website Pemkab Grobogan dengan alamat : www.grobogan.go.id

Harapan Machasin, dengan adanya SMS Center tersebut masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara langsung ke Bupati atau ke Wakil Bupati melalui SMS Center ini untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik, ungkapnya.

Kamis, 18 Oktober 2012

Peta Grobogan

Berikut adalah Peta Kabupaten Grobogan, Detail peta dapat juga dilihat melalui Google Map,  Peta Kabupaten Grobogan di Google Map.


Kelompok Tani Teladan Grobogan Ke Tingkat Nasional

Media Kalimaro - Kelompok Tani Teladan dan Mantri Pertanian Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan berhasil menjadi nomor satu dalam pemilihan penilaian kelompok tani jagung tingkat Jawa Tengah. Sehingga kelompok ini mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk maju ke tingkat nasional.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto MM, saat menerima tamu verifikasi kelompok Tani Jagung dan mantri berprestasi dari kementerian pertanian di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, beberapa waktu lalu.
Edhie mengungkapkan, tanaman jagung bagi petani Grobogan merupakan komoditas andalan yang memberikan kontribusi cukup besar bagi petani. Tanaman jagung juga mempunyai keunggulan komparatif yaitu keunggulan yang disebabkan karena sumber daya alam dan SDM petani yang mumpuni.
”Kelompok Tani Teladan di Desa Teguhan berhasil menjadikan produksi jagung mencapai 8,5 ton per hektare. Target itu merupakan prestasi tersendiri bagi petani karena telah melebih sasaran target yang telah di tentukan,” kata Edhie.
Edy menjelaskan, target produksi jagung di Kabupaten Grobogan tahun 2012 ditargetkan mendapatkan 602.120 ton. Yakni dengan produktifitas 5,32 ton per hektare. Keberhasilan pengembangan jagung juga tidak lepas dari peran nyata dari para petugas di lapangan dalam hal ini adalah kepala UPTD atau Mantri Tani.
”Sekarang ini Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga produksi jagung di Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2010 berhasil mendapatkan produksi 708.013 ton atau menjadi 23,15 persen dari total produksi jagung Jawa Tengah. Sedangkan lahan yang ditanami jagung tidak hanya di lahan sawah dan tegal, tetapi juga dikembangkan di lahan hutan kerjasama dengan perhutani,” paparnya.
Sementara ketua kelompok tani Teladan Pujiyo, mengungkapkan keberhasilan kelompok tani jagung sampai tingkat nasional berkat bimbingan dari para mantri tani di lapangan. Dimana peran mereka sangat berarti karena bisa membina patani untuk menghasilkan jagung dengan hasil yang memuaskan dengan bobot dan kualitas yang bagus.
”Dalam pengembangan jagung, kami melakukan pengembangan teknologi tepat guna, penggunaan bibit unggul, dan musim tanam yang tepat. Ditambah lagi dengn pembinaan dari para mantri tani di lapangan,” terang Pujiyo.
Sementara itu, ketua tim verifikasi nasional penilaian kelompok tani jagung Kaswanda mengungkapkan, kelompok tani Andalan di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan merupakan kelompok tani yang berhasil mengembangkan jagung dengan peningkatan produksi yang maksimal. Yakni mampu menghasilkan 8.5 ton jagung per hektare.
”Dengan produksi yang maksimal seperti itu, maka diharapkan bisa membantu target produksi nasional sebanyak 20 juta ton. Dimana sekarang baru bisa mencapai 18 juta ton,” terang dia.
Menurutnya, dari penilain yang dilakukan di lapangan kelompok tani Andalan sudah mempunyai nilai bagus, yakni 96,7 poin dan sudah melakukan teknologi tepat guna untuk pengembangan jagung. Diharpkan dengan produksi dan teknologi penanaman jagung tepat guna ini, bisa dijadikan contoh dalam produksi jagung bagi para petani.

Duta Wisata Grobogan 2012


Media Kalimaro - Ade Sony
Noveriyanto dan Disma Ajeng Rastiti berhasil meraih juara pada Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Grobogan 2012. Keduanya berhasil menyisihkan 42 peserta lainya di Pendopo Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu.

Juara kedua diraih oleh David Cahya Kusuma Nanda dan Baiq Irvianan Kumala Dewi, juara ketiga Awang Deny Harminto da Enti Wahyu Pratiwi. Sedangkan juara harapan satu diraih oleh Darajatun Surya Atmaja dan Zulfia Firadaus.
Kasi Pembinaan Pariwisata Grobogan Sudibyo mengatakan, pemilihan putra-putri Duta Wisata Kabupaten Grobogan 2012 dinilai sangat penting sebagai wadah memperkenalkan potensi kekayaan pariwisata di berbagai kalangan dan daerah.  Sehingga dengan adanya duta pariwisata di kabupaten Grobogan bisa mengenalkan mempunyai wadah untuk pengenalan wisata di daerah lain.
”Pemilihan Mbak dan Mas Duta Wisata Kabupaten Grobogan untuk memberikan kepekaan dan kepeduliaan kepariwisataan bagi masyarakata Grobogan,” kata Sudibyo. Dia mengungkapkan, pemilihan Mbak dan Mas Duta Pariwisata Kabupaten Grobogan adalah untuk memberikan bekal kepada generasi muda, supaya bisa kreatif, bisa pengalaman dan simpatik kepada dunia pariwisata. Sehingga sektor pariwisata benar-benar modal pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Grobogan yang masyarakatnya semakin cerdas, sehat, dan sejahtera.
”Dengan terpilihnya duta wisata ini, diharapkan bisa memberikan kepedulian tentang kepariwisataan di Kabupaten Grobogan untuk mengenalkan kepada daerah lain,” ujar dia.
Dia menambahkan, selain mencari juara satu, dua dan tiga serta juara harapan. Duta wisata ini, juga memilih juara intelegensia yang diraih oleh Wildansyiah Firdaus dan Baiq Irviana Kumala Dewi dan Juara busana terbaik yang diraih oleh Thoriq Nugroho dan Vera Rochani. Sedangkan juara Favorit diraih oleh Dwi Prasetyo dan Citra Puspaningsih.
”Setelah terpilih menjadi pemenang Juara Mbak dan Mas Duta Wisata Kabupaten Grobogan akan mengikuti pemilihan duta wisata tingkat Jawa Tengah pada bulan November mendatang. Jika menang maka akan mengikuti tingkat nasional,” terangnya.
Sementara itu, untuk peserta yang menjadi juara mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan. Juara satu mendapatkan uang pembinaan Rp 2 juta, juara kedua Rp 1,5 juta, juara ketiga Rp 1,25 juta, dan juara harapan satu Rp 1 juta. Sedangkan untuk juara intelegensia, busana terbaik dan juara favorit mendapatkan Rp 500 ribu.

KABUPATEN GROBOGAN

Media Kalimaro - Kabupaten Grobogan, adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah, dengan Ibukota di Purwodadi. Secara geografis, terletak di 110o15’ BT – 111o25’ BT dan 7o LS - 7o30’ LS, di antara dua pegunungan Kendeng dan berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Demak di sebelah barat, Kabupaten Kudus, Pati dan Blora di sebelah utara, Kabupaten Blora di sebelah timur, dan Kabupaten Ngawi, Sragen, Boyolali, dan Kabupaten Semarang di sebelah selatan.
Luas wilayah sebesar 1.975,865 Km² dan secara administratif terdiri 19 kecamatan, 273 desa dan 7 kelurahan. Kecamatan terbesar adalah Kecamatan Geyer dengan luas 196,19 Km² (9,9%), sedangkan yang terkecil Kecamatan Klambu dengan luas 46,56 Km² (2,2%).
Jumlah penduduk sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 1.413.328 jiwa, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 0,63%. Sex ratio penduduk ari Tahun 2006 sampai dengan 2010 sebesar 98%. Mata pencaharian penduduk dominan pada jenis mata pencaharian pertanian dan perdagangan.

Minggu, 16 September 2012

Pemilihan Pilkades Grobogan Digelar Serempak

Media Kalimaro - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kabupaten Grobogan periode 2012- 2018 akan dilakukan secara serentak di 14 Kecamatan tanggal 19 September 2012.

Kabag Pemerintah Desa (Pemdes) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto,S.Sos,M.Si  mengatakan pelaksanaan  Pilkades  tersebut dilakukan karena akan berakhirnya masa kerja para kepala desa di 37 desa yang ada di 14 Kecamatan. Sedangkan pelaksanaan Pilkades secara serentak tersebut juga berdasarkan Perda Kabupaten Grobogan no. 8 Th 2006 tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian jabatan Kades.

"Kita mengacu juga pada perda tersebut. Dan kebetulan pada tahun ini mereka para Kades di 37 Desa di 14 Kecamatan itu sudah hampir  habis masa jabatannya. Seperti di Kecamatan Karangrayung ada 3 desa, di Geyer 2 desa, di Brati 2 desa, Kecamatan Kedungjati ada 4 desa,  Godong 5 desa,  Kradenan 1 desa,  Ngaringan 1 desa, di Kecamatan Pulokulon 6 desa, Tawangharjo 1 desa, Wirosari 1 desa, Tegowanu 4 desa, dan di Kecamatan Penawangan 5 desa. Semua kita lakukan secara serempak pada hari Rabu tanggal 19 September 2012" jelasnya.

Anang menambahkkan ke 37 desa  yang mengikuti pilkades tersebut  sudah melakukan pendataan pemilih, pembentukan panitia, penyusunan panitia dan penyusunan tata tertib pilkades.

Seperti diberitakan pemilihan kepala desa tahun ini diikuti sekitar 150 pasangan yang telah memenuhi syarat sebagai calon kepala desa sesuai PP no. 72 tahun 2005 yang antara lain disebutkan, berpendidikan paling rendah SLTP / Sederajat, berusia paling rendah 25 tahun, Penduduk Desa setempat, belum pernah menjabat kepala desa paling lama 10 tahun atau 2 kali masa jabatan.

Para calon Kades tersebut sebelumnya juga sudah mengikuti pembekalan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Gedung Riptaloka Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu. Menurut Ketua penyelengara, Puji Daryana, dengan pembekalan tersebut diharapkan para calon yang menang atau kalah tidak bermasalah, lebih-lebih yang kalah bisa berlapang dada atau bisa  bermain cantik, siap menang, dan siap kalah.