Kamis, 18 Oktober 2012

Kelompok Tani Teladan Grobogan Ke Tingkat Nasional

Media Kalimaro - Kelompok Tani Teladan dan Mantri Pertanian Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan berhasil menjadi nomor satu dalam pemilihan penilaian kelompok tani jagung tingkat Jawa Tengah. Sehingga kelompok ini mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk maju ke tingkat nasional.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto MM, saat menerima tamu verifikasi kelompok Tani Jagung dan mantri berprestasi dari kementerian pertanian di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, beberapa waktu lalu.
Edhie mengungkapkan, tanaman jagung bagi petani Grobogan merupakan komoditas andalan yang memberikan kontribusi cukup besar bagi petani. Tanaman jagung juga mempunyai keunggulan komparatif yaitu keunggulan yang disebabkan karena sumber daya alam dan SDM petani yang mumpuni.
”Kelompok Tani Teladan di Desa Teguhan berhasil menjadikan produksi jagung mencapai 8,5 ton per hektare. Target itu merupakan prestasi tersendiri bagi petani karena telah melebih sasaran target yang telah di tentukan,” kata Edhie.
Edy menjelaskan, target produksi jagung di Kabupaten Grobogan tahun 2012 ditargetkan mendapatkan 602.120 ton. Yakni dengan produktifitas 5,32 ton per hektare. Keberhasilan pengembangan jagung juga tidak lepas dari peran nyata dari para petugas di lapangan dalam hal ini adalah kepala UPTD atau Mantri Tani.
”Sekarang ini Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga produksi jagung di Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2010 berhasil mendapatkan produksi 708.013 ton atau menjadi 23,15 persen dari total produksi jagung Jawa Tengah. Sedangkan lahan yang ditanami jagung tidak hanya di lahan sawah dan tegal, tetapi juga dikembangkan di lahan hutan kerjasama dengan perhutani,” paparnya.
Sementara ketua kelompok tani Teladan Pujiyo, mengungkapkan keberhasilan kelompok tani jagung sampai tingkat nasional berkat bimbingan dari para mantri tani di lapangan. Dimana peran mereka sangat berarti karena bisa membina patani untuk menghasilkan jagung dengan hasil yang memuaskan dengan bobot dan kualitas yang bagus.
”Dalam pengembangan jagung, kami melakukan pengembangan teknologi tepat guna, penggunaan bibit unggul, dan musim tanam yang tepat. Ditambah lagi dengn pembinaan dari para mantri tani di lapangan,” terang Pujiyo.
Sementara itu, ketua tim verifikasi nasional penilaian kelompok tani jagung Kaswanda mengungkapkan, kelompok tani Andalan di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan merupakan kelompok tani yang berhasil mengembangkan jagung dengan peningkatan produksi yang maksimal. Yakni mampu menghasilkan 8.5 ton jagung per hektare.
”Dengan produksi yang maksimal seperti itu, maka diharapkan bisa membantu target produksi nasional sebanyak 20 juta ton. Dimana sekarang baru bisa mencapai 18 juta ton,” terang dia.
Menurutnya, dari penilain yang dilakukan di lapangan kelompok tani Andalan sudah mempunyai nilai bagus, yakni 96,7 poin dan sudah melakukan teknologi tepat guna untuk pengembangan jagung. Diharpkan dengan produksi dan teknologi penanaman jagung tepat guna ini, bisa dijadikan contoh dalam produksi jagung bagi para petani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar