Hal
itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Hortikultura (DPTPH) Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto MM, saat menerima
tamu verifikasi kelompok Tani Jagung dan mantri berprestasi dari
kementerian pertanian di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, beberapa
waktu lalu.
Edhie
mengungkapkan, tanaman jagung bagi petani Grobogan merupakan komoditas
andalan yang memberikan kontribusi cukup besar bagi petani. Tanaman
jagung juga mempunyai keunggulan komparatif yaitu keunggulan yang
disebabkan karena sumber daya alam dan SDM petani yang mumpuni.
”Kelompok
Tani Teladan di Desa Teguhan berhasil menjadikan produksi jagung
mencapai 8,5 ton per hektare. Target itu merupakan prestasi tersendiri
bagi petani karena telah melebih sasaran target yang telah di tentukan,”
kata Edhie.
Edy
menjelaskan, target produksi jagung di Kabupaten Grobogan tahun 2012
ditargetkan mendapatkan 602.120 ton. Yakni dengan produktifitas 5,32 ton
per hektare. Keberhasilan pengembangan jagung juga tidak lepas dari
peran nyata dari para petugas di lapangan dalam hal ini adalah kepala
UPTD atau Mantri Tani.
”Sekarang
ini Kabupaten Grobogan termasuk salah satu penyangga produksi jagung di
Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2010 berhasil mendapatkan produksi
708.013 ton atau menjadi 23,15 persen dari total produksi jagung Jawa
Tengah. Sedangkan lahan yang ditanami jagung tidak hanya di lahan sawah
dan tegal, tetapi juga dikembangkan di lahan hutan kerjasama dengan
perhutani,” paparnya.
Sementara
ketua kelompok tani Teladan Pujiyo, mengungkapkan keberhasilan kelompok
tani jagung sampai tingkat nasional berkat bimbingan dari para mantri
tani di lapangan. Dimana peran mereka sangat berarti karena bisa membina
patani untuk menghasilkan jagung dengan hasil yang memuaskan dengan
bobot dan kualitas yang bagus.
”Dalam
pengembangan jagung, kami melakukan pengembangan teknologi tepat guna,
penggunaan bibit unggul, dan musim tanam yang tepat. Ditambah lagi dengn
pembinaan dari para mantri tani di lapangan,” terang Pujiyo.
Sementara
itu, ketua tim verifikasi nasional penilaian kelompok tani jagung
Kaswanda mengungkapkan, kelompok tani Andalan di Desa Teguhan, Kecamatan
Grobogan merupakan kelompok tani yang berhasil mengembangkan jagung
dengan peningkatan produksi yang maksimal. Yakni mampu menghasilkan 8.5
ton jagung per hektare.
”Dengan
produksi yang maksimal seperti itu, maka diharapkan bisa membantu
target produksi nasional sebanyak 20 juta ton. Dimana sekarang baru bisa
mencapai 18 juta ton,” terang dia.
Menurutnya,
dari penilain yang dilakukan di lapangan kelompok tani Andalan sudah
mempunyai nilai bagus, yakni 96,7 poin dan sudah melakukan teknologi
tepat guna untuk pengembangan jagung. Diharpkan dengan produksi dan
teknologi penanaman jagung tepat guna ini, bisa dijadikan contoh dalam
produksi jagung bagi para petani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar